Seringkali pada saat kita berjalan atau berjumpa dengan seseorang, tidak sedikit kita bersalaman dan melihat cincin apa yg digunakan.


Hal ini lumrah karena orang menggunakan accesories untuk kesehariannya dan juga sebagai lambang tertentu bagi orang2 tersebut (seperti Prestige dan juga self honour). 

Jika melihat seseorang menyembunyikan cincinnya, menandakan orang tersebut sedang berusaha keras untuk menemukan dirinya sendiri. Lucu memang, tetapi begitulah yg terjadi. mereka menggunakan cincin, tetapi seringkali mereka menyembunyikan cincin yg mereka gunakan dengan berbagai macam alasan.

Hal ini menandakan bahwa cara orang menyematkan cincin di jarinya pun bisa menunjukkan karakter dirinya seperti apa. 

hal tersebut dapat kita jabarkan seperti hal dibawah,

  • Menyematkan cincin di jari telunjuk, pertanda suka menguasai dan egois.
  • Menyematkan cincin di jari tengah, pertanda materialistik dan selalu merasa kurang nyaman.
  • Cincin di jari manis menunjukkan keromantisan. 
  • Jika ada dua cincin atau cincin terlalu besar, menandakan orang tersebut mudah emosional atau frustasi.
  • Cincin di jari kelingking menunjukkan bakat seseorang di bidang komunikasi, sosial, dan perdagangan. Di dunia bisnis, banyak orang memakai cincin di jari kelingking, ini hanya untuk kepopuleran, status dan pamer kekayaan.
  • Cincin disematkan di ibu jari menunjukkan seseorang mampu menguasai situasi yang kurang menyenangkan.

Percaya atau tidak ? terserah Anda..
pada suatu hari ada seorang kaya yg angkuh tersesat di dalam suatu perdesaan. Karena mobilnya mogok kehabisan bensin dan bannya pecah, mau tidak mau dia menginap tidur di mobilnya dia.

karena kepanasan dan tidak adanya udara AC di dalam ruangan mobil, dia menjadi gelisah dan susah untuk beristirahat. belum lagi dengan memikirkan semua kenyamanan yg bisa dia dapatkan di penginapan yg akan di tuju.. membuat dia semakin "sengsara". Padahal malam masih panjang dan udara sejuk berada di luar mobil dia di temani dengan suara2 binatang malam yg membantu menenangkan hati.. Tapi apa daya, dia terlalu terpaku dengan kemauannya dia..

tidak lama ditengah kerisauannya, datanglah seorang pemuda miskin mengetuk jendela mobilnya yg mewah tersebut, secara singkat pemuda tersebut berbaik hati memberikan tawaran kepada orang kaya tersebut utk tinggal di rumah dia yg berada tidak jauh dari sana, sambil menunggu ke esokan harinya untuk menunggu bala bantuan.

dengan senang dia menerima tawaran tersebut, dan memikirkan adanya tempat tidur yg lebih baik daripada "ranjang" di mobilnya dia...

sang pemuda miskin memberikan makanan dan minuman ala kadarnya, seekor ikan yg di pancing oleh pemuda itu di dekat danau dan segelas air putih. Sang orang kaya menerima tawaran itu, tetapi yg ada di pemikiran dia adalah air seperti air dari kemasan Aqua, bahkan ikan gurame yg biasa dia makan di restoran terkenal.

tetapi kenyataannya jauh dari itu, hanyalah ikan yg diberikan sedikit bumbu dan garam lalu air yg di masak dari sumur yg dia ambil.

sang orang kaya itu mengatakan, "air apa ini ? kok rasanya tidak enak.. lalu ikan apa ini ? kok cuma ada rasa asin doang tanpa ada rasa lain ??" di depan pemuda miskin itu. pemuda miskin itu hanya bisa terdiam dan tersenyum sembari meminta maaf karena hanya itu yg bisa dia jamu kepada tamu tersebut.

akhirnya setelah makan malam, sang orang kaya tersebut di antar ke kamarnya. sang orang kaya sudah membayangkan bahwa kamar yg akan di tidurinya kecil. Tetapi tidak di sangka, kamarnya lebih kecil lagi.. dengan menggerutu akhirnya sang orang kaya tidur di tempat tidur bau tersebut di temani nyamuk dan serangga2 malam.

----

keesokannya paginya sang pemuda meminta pemuda2 lainnya utk membantu menambal ban dan juga membeli bensin. tapi apa daya, mereka harus membeli bensin yg nilainya cukup mahal dengan kemampuan mereka yg terbatas. akhirnya mereka mengumpulkan dana dari duit saku yg mereka punya dan membeli bensin pertamax jauh2 ke kota.

setelah semua itu di berikan tanpa pamrih kepada orang kaya tersebut. orang kaya tersebut bangun kesiangan harinya dan pergi meninggalkan tempat tersebut dengan mendengus kesal dan jengkel karena tidak mendapatkan pelayanan yg dia inginkan.

end of the story.

-------------------------------


belajarlah menghargai orang lain, belajarlah memahami apa yg diperbuat org lain utkmu..

terkadang orang lain itu ingin menyenangkan hatimu, tetapi seringkali kita bukannya merasa bersyukur dan berterima kasih. malahan hinaan dan cacian yg kita berikan..

apakah pantas ?

kira2 kalau menurut anda ? pelajaran apa yg bisa kita petik dari kisah diatas ? 

just my 2 cent.
Diberdayakan oleh Blogger.