Agama itu Ajaran hidup atau Sekte?

Banyak orang membahas tentang agama di negara tempat saya tinggal dan bertindak layaknya kepala suku yang lebih tahu menahu dalam agama yang di anutnya. Tetapi sebenarnya yang saya sangat sayangkan adalah tindakan yang dilakukannya jauh dari ajaran agamanya.

Lalu apa sih sebenernya agama itu? Mengapa begitu banyak orang yang sangat fanatik sampai bahkan tindakan tolerir saja tidak dapat dilakukan?

Sebelum saya membahas lebih dalam, saya memiliki pengalaman yang sama pada saat saya masuk kedalam dunia MLM, di dunia MLM tersebut saya diberikan 1 "kitab suci". Karangan Robert T Kiyosaki yang berjudul Rich Dad, Poor Dad. Buku tersebut sebenarnya adalah buku netral yang mengajarkan kita untuk membuka wawasan kita terhadap peluang yang ada diluar sana dan juga bagaimana memiliki pola pikir jangan mau hanya stay di zona nyaman saja dan mau terus berkembang sehingga pada waktunya kita akan benar-benar berada di zona nyaman yang lebih baik.

Setelah saya keluar dari MLM tersebut, "kitab suci" tersebut menjadi lebih membuka wawasan saya ketimbang pada saat saya berjalan di MLM tersebut. Kenapa demikian? Karena pada saat saya bergabung di MLM tersebut, pandangan saya menjadi sempit.. Dan selama saya ikut dalam MLM tersebut, buku yang seharusnya bisa mengajarkan saya lebih.. Menjadi terbatas, dan hanya membahas bahwa "Robert T Kiyosaki yang masuk kedalam 100 orang terkaya di dunia juga ikut mendukung bahwa MLM bisa membantu orang menjadi kaya". Padahal di situ hanya sepenggal kalimat dimana dia memberikan pengalaman pribadi dia bahwa ada salah satu orang temannya mengikuti bisnis networking untuk membantu teman lainnya untuk berkembang. Alasannya karena apabila di ajarkan bisnis property maka duit yang dimiliki kurang, sedangkan kalau dia sendiri tidak ada lowongan yang dapat diberikan. Akhirnya dia (temannya R.T Kiyosaki) mengikuti bisnis networking atau di kenal oleh negara kita adalah MLM. Pertanyaannya apakah buku Rich Dad, Poor Dad tersebut membahas tentang MLM saja? Tidak! Apakah buku tersebut menganjurkan orang untuk ikut MLM? Tidak!

Hal tersebutlah yang terjadi dengan seseorang yang menjalankan agama tanpa bisa meninggalkan pin agamanya. Karena yang di tekankan adalah kebanggaan akan memakai Pin tersebut, tetapi lupa bahwa itu hanyalah aksesoris, karena yang terpenting adalah Akhlak atau perbuatannya. Kalau seseorang menjalankan agama tetapi membuat tembok diantara yang satu dengan yang lain, maka dapat saya katakan bahwa orang tersebut masih sangat dangkal dalam menjalankan agamanya.

Ada beberapa basis yang mendukung hal ini, bukan berdasarkan secara thesis atau secara theologi karena perdebatan ini tidak akan pernah berakhir atau berujung. Tetapi berdasarkan sejarah.

Banyak yang tidak memahami hal ini, karena mereka masih mengenakan pin agama mereka, tetapi seandainya mereka mau melepaskan pin agama mereka sesaat maka mereka akan lebih terbuka wawasannya. Hal ini dapat kita pantau secara nyata, pada saat saya memasuki gereja Katolik doa Bapa Kami yang di doakan berbeda dengan doa yang di doakan oleh Kristen Protestan. Apakah sudah selesai disitu? Tidak, doa aku percaya dan juga ritual keagamaan yang di lakukan juga berbeda. Tanda Salib yang sekarang juga sudah mulai mengalami perubahan oleh orang-orang Katolik. Apakah selesai sampai disitu? Tidak!! 10 perintah Allah Yahudi, Katolik dan Protestant memiliki perbedaan cukup signifikan.



Lalu apa hubungannya dengan Iman? Tidak ada!! Semua ini hanyalah ritual keagamaan, yang dimana sudah terkontaminasi dengan penyesuaian yang di lakukan oleh para petinggi agama tersebut. Entah sudah terkontaminasi dengan politik atau belum.

Bagaimana dengan Islam? Islam sendiri ada banyak aliran, ada Syiah, Nu, Muhammadiyah. Dimana hari yang seharusnya sebagai hari suci Lebaran malah memiliki perbedaan tanggal dan hari. Dari sini kita bisa melihat, Kitab Suci yang ada didunia mengajarkan semua hal yang baik. Mulai dari Kitab Taurat, Injil, Al Quran belum lagi kitab Tripitaka punya Budha dan Hindu dengan Catur Vedha. Tetapi karena ada campur tangan manusia dan penafsiran manusia yang di sesuaikan dengan kebutuhan manusia itu sendiri menjadikan agama di dunia bukan sebagai ajaran hidup. Tetapi lebih sebagai Aliran atau sekte (Dalam sosiologi agamasekte umumnya adalah sebuah kelompok keagamaan atau politik yang memisahkan diri dari kelompok yang lebih besar, biasanya karena pertikaian tentang masalah-masalah doktriner.).

Karena itu mulailah membuka diri dengan perbedaan dan belajarlah menerima perbedaan tersebut. Pesan saya, jalankanlah agama sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh kitab suci masing-masing sesuai dengan hati nurani anda. Apabila menimbulkan perpecahan, maka tanyakan maksudnya lebih dalam dan ABAIKAN.. Apabila menimbulkan persatuan JALANKAN dan FOKUSKAN.

Kita hanyalah manusia biasa yang berusaha mendekatkan diri kepada sang Pencipta, apakah sang pencipta mau umatnya melakukan tindakan kekejaman, pertikaian dan kekejian atas nama Dia? Saya rasa tidak, karena sang pencipta kita Maha Baik tentu yang diharapkan adalah perdamaian cinta kasih dan tentunya kasih sayang.


You may also like

Diberdayakan oleh Blogger.